Air adalah kebutuhan utama dalam hidup manusia. Tanpa air, tubuh manusia tidak bisa bertahan, tanaman tidak bisa tumbuh, dan kehidupan di bumi akan lumpuh. Karena itulah, dalam Islam, air termasuk nikmat Allah yang sangat besar dan memiliki kedudukan istimewa, bahkan menjadi bagian dari ibadah dan bentuk sedekah yang sangat dianjurkan.
Memberikan air kepada orang lain, terutama kepada mereka yang kesulitan mendapatkannya, merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi telah wafat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tujuh perkara yang pahalanya terus mengalir bagi seseorang walaupun ia berada di dalam kuburnya: … dan orang yang memberikan air untuk diminum.”
(HR. Al-Bazzar, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Memberikan air juga termasuk salah satu bentuk sedekah paling mudah namun berdampak besar. Tidak hanya kepada manusia, bahkan kepada binatang pun, Islam menjanjikan pahala. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang laki-laki melihat seekor anjing kehausan, lalu ia turun ke dalam sumur, mengambil air di sepatunya dan memberi minum anjing itu. Maka Allah pun berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Al-Qur’an pun mengisyaratkan pentingnya air sebagai sumber kehidupan:
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya: 30)
Maka dari itu, menyediakan air minum gratis, membantu pembangunan sumur di daerah kering, atau bahkan sekadar memberi seteguk air kepada orang yang haus bisa menjadi bentuk sedekah yang luar biasa. Pahalanya tidak hanya sekali, tapi terus mengalir selama air tersebut masih digunakan dan bermanfaat.
Di era sekarang, ketika masih banyak daerah kekurangan air bersih, ini menjadi peluang besar untuk menanam pahala jangka panjang. Bayangkan jika dari sumur yang kamu bantu bangun, ribuan orang bisa berwudhu, minum, bahkan bertani — maka pahalanya pun akan mengalir tanpa henti.
Jangan sepelekan sedekah air. Setetes air yang kita berikan dengan ikhlas bisa menjadi penyelamat di hari akhir nanti. Sebarkan manfaat, dan biarkan pahala mengalir seperti air yang tak henti.