Hidup di dunia sering kali membuat manusia terlena. Banyak yang mengira bahwa tujuan hidup adalah mengejar kekayaan, jabatan, atau popularitas. Padahal, dunia hanyalah tempat singgah sementara sebelum menuju kehidupan yang abadi di akhirat.
Allah ﷻ mengingatkan dalam Al-Qur’an, “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Hadid: 20). Ayat ini menegaskan bahwa dunia hanyalah permainan dan tipuan, bukan tempat berlama-lama.
Meski begitu, Islam tidak melarang kita bekerja atau mencari harta. Justru, bekerja dengan cara halal dan memberi manfaat untuk orang lain adalah bentuk ibadah. Namun, yang perlu diingat, dunia bukan tujuan akhir. Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara.
Banyak orang mengejar kekayaan tanpa mengenal batas. Ada pula yang rela mengorbankan waktu, keluarga, bahkan iman demi harta. Padahal, harta itu tidak akan dibawa mati. Yang akan kita bawa hanyalah amal baik yang kita lakukan selama hidup. Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Hidup di dunia juga penuh dengan ujian. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada pula yang diuji dengan kelimpahan harta. Semuanya adalah cara Allah menguji keimanan hamba-Nya. Karena itu, jangan pernah merasa sombong saat mendapatkan nikmat. Juga jangan berputus asa saat menghadapi cobaan.
Dunia ini ibarat ladang untuk bercocok tanam. Apa yang kita tanam di dunia, itulah yang akan kita tuai di akhirat. Jika yang kita tanam adalah amal shaleh, maka kita akan memanen pahala. Namun, jika yang kita tanam hanyalah kesenangan duniawi, maka sesal di akhirat tidak akan ada gunanya.
Islam mengajarkan keseimbangan. Kita boleh bekerja, bermimpi, dan berusaha. Namun, jangan sampai cinta dunia mengalahkan kecintaan kita kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Dunia ini penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim). Hadis ini bukan melarang kita menikmati dunia, tetapi mengingatkan agar kita tidak terlalu terpaku padanya.
Jadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat. Gunakan harta, waktu, dan kemampuan kita untuk berbuat baik. Berbagi dengan sesama, membantu yang membutuhkan, dan memperbanyak amal akan menjadikan hidup lebih bermakna.
Hidup di dunia hanya sekali. Jangan habiskan waktu hanya untuk hal-hal yang sia-sia. Jadikan setiap langkah sebagai amal yang bisa kita banggakan kelak di hadapan Allah. Dunia bukan musuh, tetapi harus dikelola dengan bijak agar menjadi ladang pahala.
Semoga kita termasuk orang yang pandai menempatkan dunia di tangan, bukan di hati. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita agar hidup di dunia menjadi jalan menuju kebahagiaan akhirat.