Hidup ini tidak lepas dari peran orang tua. Sejak lahir, mereka menjadi sosok yang paling berjasa. Mereka rela berkorban tanpa pamrih, menjaga, dan membimbing anak-anaknya dengan penuh cinta. Namun, sering kali manusia terlupa. Ketika dewasa, ada yang mulai bersikap kasar, mengabaikan, bahkan menyakiti hati orang tuanya.
Padahal, dalam Islam, menjaga hati orang tua adalah kewajiban besar. Allah ﷻ berfirman, “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23). Ayat ini jelas menyuruh kita untuk memperlakukan orang tua dengan penuh hormat dan kasih sayang. Bukan hanya tidak menyakiti, tetapi juga memperhalus setiap ucapan dan tindakan kita kepada mereka.
Rasulullah ﷺ juga memperingatkan, “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi). Artinya, kebaikan hidup seseorang sering kali bergantung pada bagaimana ia memperlakukan orang tuanya. Jika orang tua ridha, Allah akan membuka pintu keberkahan. Sebaliknya, jika mereka kecewa, bisa jadi hidup penuh kesulitan.
Doa orang tua adalah salah satu senjata paling ampuh dalam hidup. Sebuah doa yang keluar dari hati mereka, mampu menjadi jalan terbukanya rezeki, kemudahan, bahkan perlindungan dari segala mara bahaya. Namun, doa yang muncul karena sakit hati juga bisa berdampak sebaliknya.
Menjaga hati orang tua bukan perkara sulit. Tidak perlu menunggu kaya, sukses, atau mapan. Cukup dengan bersikap lembut, mendengarkan nasihat, tidak membantah, dan berusaha membuat mereka bahagia. Kadang, satu senyuman atau sapaan hangat sudah mampu membuat hati mereka lega.
Mereka tidak meminta balasan besar. Orang tua hanya ingin dihargai, diperlakukan dengan hormat, dan tidak dilupakan. Sebuah telepon, kunjungan, atau perhatian kecil berarti besar di mata mereka. Hal-hal sederhana yang sering diabaikan oleh banyak anak di zaman ini.
Jika pernah melakukan kesalahan, jangan ragu untuk meminta maaf. Jangan menunggu waktu yang tepat, karena waktu tidak selalu menunggu kita. Kesempatan untuk berbakti bisa hilang dalam sekejap. Lebih baik minta maaf saat masih ada kesempatan, daripada menyesal saat mereka sudah tiada.
Sebaliknya, mulailah membahagiakan mereka dengan tindakan nyata. Ringankan pekerjaan mereka. Bantu mereka saat butuh. Hargai setiap nasihat yang mereka ucapkan, meski kadang terasa tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena di balik nasihat itu, ada cinta dan kekhawatiran yang tulus.
Hidup di dunia ini penuh tantangan. Namun, satu hal yang pasti, doa orang tua selalu membawa kekuatan. Jangan sia-siakan kesempatan berbakti. Jangan biarkan mereka merasa tersakiti. Karena di balik senyuman dan doa mereka, ada jalan hidup yang penuh keberkahan.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita sebagai anak-anak yang senantiasa menjaga hati orang tua. Semoga ridha mereka menjadi sebab datangnya rahmat dan kebahagiaan dalam hidup kita.